UN 2007 Antara Mutu Lulsan dengan Target Lulusan

Dalam menghadapai Ujian Nasional 2007 tentu saja semua orang sangat berharap agar semua peserta lulus. Itu pasti. Tapi para lulusan itu apakah “bermutu” atau tidak, tunggu dulu. Semuanya tergantung niat kita.

Kalau seandainya niat kita betul-betul ingin memajukan pendidikan di Indonesia ini, tentu saja kita semua akan sepakat bahwa para lulsan haruslah ‘bermutu’. Maksudnya ilmu yang didapatkan oleh para lulusan itu, kalau tidak terlalu jauh dari tuntutan apa yang diharapkan oleh kurikulum, yang saat ini kurikulumnya KTSP.

Namun kalau niat kita hanya untuk mencapai target lulusan, maka kita tentu saja tidak terlalu memikirkan mutu. Kalau tahun lalau tiingkat kelulusan kita 90 %, dan sekarang target kita harus 100%. Untuk pelaksanaan ini, kita cukup memikirkan jalan apa yang bisa kita laksanakan sehingga semua anak atau siwa bisa lulus seratus persen.

Kalau memang seperti ini terjadi, maka kita tidak bisa membayangkan apa jadinya masa depan pendidikan kita kelak. Barangkali pada suatu saat nanti kita akan mendapatkan ada anak yang sudah tamat Sekolah Dasar (SD), atau anak yang sudah tamat Skolah Menengah Pertama (SMP) tapi tidak bisa tulis-baca.

Sekarang tinggal niat kita apa. Kalau niat kita meningkatkan mutu pendidikan, maka sejak dini para siswa harus kita gembleng sesuai dengan apa yang dituntut oleh kurikulum. Sehingga begitu anak tamat pada suatu sekolah, maka ilmu yang didapatnya sesuai dengan apa yang diharapkan dari kurikulum, yang saat ini kurikulum kita Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP).

begitu juga kalau niat kita hanya mengejar target kelulusan, itu sama saja artinya dengan pabrik. Kalau pabrik besi akan bisa menghasilkan besi, maka kalau kita akan bisa memproduksi lulusan.

Kalau hanya sebatas target, dengan memproduksi para lulusan, maka untuk pelaksanaan ini saya kira tidak terlalu sulit. Banyak cara bisa dilakukan, yang jelas jangan sampai membentuk tim sukses UN 2007 layaknya seperti Pilkada. Karena kalau adaTim sukses tentu , tim ini akan bekerja sesuai dengan target yang diinginkan. Cara seperti ini barangkali sudah tidak sesuai dengan zaman yang saat ini serba berkembang, dan tekhnologi semakin canggih.

Sekarang tergantung kita. Terutama para kepala sekolah yang punya tanggungjawab penuh terhadap sekolah yang dipiumpinnya. Kemajuan suatu sekolah adalah cerminan kepala sekolahnya. Mau diapakan suatu sekolah itu, apakah ingin mutunya bagus, atau ingin lulusan meningkat tapi mutunya kurang, semuanya tergantung dari niat kita, terutama niat dari para pengelola pendidikan kita, termasuk diantaranya kepala sekolah, guru, dan yang terkait lainnya. Namun dalam hal ini peran kepala sekolah sangat menentukan sebagai penanggungjawab pada tingkat sekolah yang dipimpinnya.

Barangkali kita semua akan sepakat, bagaimana agar mutu pendidikan di daerah kita semakin lama semakin meningkat. Kalau dulu murid setingkat SMP belum mengenal komputer maka sekarang suda, begitu seterusnya. Mari kita laksanakan UN 2007 dengan penuh tanggungjawab, sehingga pelaksanaan UN 2007 dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah kita . ***Wannef Jambak

Tentang GURU TAPTENG

KUMPULAN
Pos ini dipublikasikan di Tentang UN 2007. Tandai permalink.

Satu Balasan ke UN 2007 Antara Mutu Lulsan dengan Target Lulusan

  1. Damai berkata:

    salam…
    hidup pendidikan…..
    UN….Proses atau hasil?
    semenjak Pemerintah Pusat memulai era dunia baru bagi pendidikan, yakni Ujian Nasional sebagai sebuah parameter/ standarisasi kelulusan siswa/i di seantero Nusantara, begitu banyak yang menjadi pertanyaan yang hingga hari ini belum terjawab dengan tuntas oleh mereka yang membuat kebijakan Ujian Nasional tersebut.
    Indonesia adalah negara pluralis, beraneka ragam adat, budaya, bahasa, corak, karakter dan letak geografis yang juga beragam. kondisi realitas ini tidak akan daapt kita lepaskan dari konteks dunia pendidikan kita hari ini.
    KTSP yang telah digulirkan, mulai menorehkan hasil dengan mulai beragamnya pelajaran siswa disetiap yang berbeda. tapi keberagaman itu ternyata tidak serta merta didukung oleh kebijakan Ujian Nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s