DUKUNGAN BUPATI TAPANULI TENGAH PADA GURU BANTU

Oleh : Drs. Wannef Djambak

Upaya Bupati Tapanuli Tengah Drs. Tuani Lumbantobing, M.Si untuk meneliti kembali para tenaga honorer yang lulus CPNS fomasi tahun 2005 di Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk para guru bantu, adalah langkah yang tepat. .Karena saat para honorer ini sewaktu pengisian data sebelumnya adalah saat-saat lowongnya jabatan Bupati, akibat menunggu keputusan hasil Pilkada yang waktu itu belum jelas, sehingga terjadi kekosongan jabatan Bupati sekitar enam bulan.

Kesempatan ini dikhawatirkan bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu sehingga bisa “menawarkan jasa” untuk meloloskan seseorang, yang sebetulnya belum memenuhi persyaratan untuk diangkat jadi CPNS. Tentu saja jasa yang ditawarkan tidak untuk semua para honorer. Hanya orang-orang tertentu saja, yang barangkali bisa dibantu. Yang lainnya barangkali tidak bisa dibantu karena tidak sesuai dengan ‘target”

“ Saya telah membentuk tim, untuk meneliti kebenaran para honor yang lulus CPNS, apakah mereka yang lulus dan SK-nya sudah keluar itu betul-betul sudah memenuhi syarat minimal dua tahun bertugas sebagai honorer atau tidak. Kalau ternyata ada yang ditemukan tidak sesuai dengan persyaratan itu, maka SK-nya akan kita kembalikan lagi ke pusat,” Kata Tuani Lumbantobing sepeti yang diberitakan Metro Tapanuli Edisi Selasa 27 Pebruari hal 1, beberapa waktu lalu.

Kita tentunya sangat berharap agar tim yang dibentuk oleh Bupati ini betul-betul bekerja secara maksimal dan jujur, sehingga begitu ada ditemukan data yang jelas, supaya dilaporkan apa adanya, jangan sampai adalagi rekayasa. Pada zaman yang serba maju ini, rasanya kebiasaan untuk “merekayasa” segala sesuatu untuk meloloskan sesuatu keinginan, sudah tidak tepat lagi. Sekarang diupayakanlah untuk berlomba secara jujur, tanpa ada macam-macam.

Untuk Kabuapten Tapanuli Tengan belum diketahui apakah penerimaan CPNS dari jalur honorer ada praktek “rekayasa” atau tidak. Yang jelas, kalau kita lihat dilapangan saat ini, barangkali masih banyak para honorer angkatan pertama tahun 2003, sampai saat ini masih belum diusulkan untuk jadi CPNS. Padahal mereka melihat sendiri, banayak diantara kawan-kawan mereka yang lulus adalah adik angkatan mereka.

Bayangkan berapa kecewanya mereka yang ternyata belum beruntung ini, padahal dari berbagai media mereka mendapatkan informasi bahwa untuk honorer, terutama guru untuk pengangkatan jadi CPNS diutamakan yang tua- tua atau angkatan pertama, baru selanjutnya disusul angkatan berikutnya atau yang muda. Inilah barangkali yang menjadi alasan Bupati Tuani Lumbantobing untuk meneliti kembali kebenaran data para honorer yang lulus CPNS ini “ Jangan sampai ada oranglain yang dirugikan,” kata Tuani.

Khusus di bidang pendidikan, terutama yang berkenaan dengan guru honor, langkah yang dilakukan oleh Bupati Tuani Lumbantobing itu merupakan hal yang sangat manusiawi sekali. Bayangkan seorang guru honor yang sama-sama mendapat honor dari APBN Pusat, yang satu bertugas sebagai guru honor sejak angkatan pertama ,tahun 2003, dan yang satu lagi bertugas sebagai guru honor angkatan kedua tahun 2005. Setelah diadaakan pengusulan untuk jadi CPNS tenyata nama yang lulus untuk CPNS adalah angkatan yang kedua.

Bayangkan bagaimana perasaan guru honor kita itu. Kita tidak mengetahui siapa yang salah, atau memang tidak dlaporkan oleh atasannya bahwa di tempatnya ada guru honor, sehingga tidak terdata dan akhirnya tidak diusulkan, atau bartangkali ada masalah lainnya. Yang jelas jangan sampai ada orang yang korban hanya karanea terbiasa dengan sikap pilih kasih, atau ada “titipan” sehingga terhutang budi, dan diusahakan untuk ‘meloloskan’ meskipun belum memenuhi persyaratan untuk diusulkan jadi CPNS.

Kalau keadaan seperti ini masih ada di daerah kita, maka sungguh sangat disayangkan sekali. Kalau kita mau mengok ke daerah lain, daerah tertentu di Jawa, atau Kalimantan barangkali ada daerah TK.II yang justru tidak ada lagi guru honor angkatan pertama yang tersisa, semuanya sudah diangkat jadi PNS.Bahkan DPRD-nya ikut berjuang mati-matian sehingga para guru honor angkatan pertama maupun angkatan kedua semuanya diangkat jadi PNS, perbedaannya hanya angkatan pertama lebih didahulukan, baru dilanjutkan untuk angkatan berikutnya. Barngkali Bupati Tuani juga sedang memikirkan kearah itu.

Khusus di Bidang Pendidikan terutama yang berekaan dengan guru bantu, hendaknya tim yang dibentuk oleh Bupati Tuani Lumbantobing ini, betul-betul turun kesekolah-sekolah untuk melihat kenyataan yang ada. Kita jangan sampai ada mendengar kalau ada guru bantu baru saja satu tahun bertugas sudah diusulkan untuk jadi CPNS, sementara masih banyak diantara mereka yang jadi guru bantu lebih dari dua tahunbahkan lebih ternyata belum diangkat atau diusulkan jadi CPNS. Hal ini kita khawatirkan akan bisa menjadi sumber kecemburuan.

Barangkali Kepala Dinas Pendidiakan Kabupaten Tapanuli Tengah Budiman Ginting,SH sudah punya data yang kongkrit tentang guru bantu angkatan pertama yang sampai saat ini belum diusulkan untuk jadi CPNS. Jangan sampai Dinas Pendidikan kita kecolongan. Sehingga menimbulkan persepsi yang kurang bagus di masayarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Bupati, persyaratan guru bantu yang bisa diusulkan untuk CPNS minimal sudah bekerja selama dua tahun atau lebih. Kita jelas, akan sepakat bahwa tidak kita dengar lagi adanya komentar–komentar dari masyarakat tentang “rekayasa-rekayasaan” Hal ini, tentunya dimaksudkan agar jangan ada orang lain yang dirugikan. Apalagi saat ini, Bupati Tapanuli Tengah Drs. Tuani Lumbantobing sudah memberikan perhatian penuh tentang pendidikan di Tapanuli Tengah, dengan harapan agar pendidikan semakin maju dan berkembang di Tapanuli Tengah ini. Langkan Bupati Tuani Lumbantobing ini sudah sepantasnya kita berikan dukungan penuh.—Penulis adalah Wakil Kepala SMP Negeri 2 Sirandorung, dan pemerhati pendidikan di Tapanuli Tengah.

Tentang GURU TAPTENG

KUMPULAN
Pos ini dipublikasikan di Ulasan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke DUKUNGAN BUPATI TAPANULI TENGAH PADA GURU BANTU

  1. Joko's berkata:

    Horas……..Katua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s