UNEK-UNEK TENTANG KURIKULUM KTSP

Oleh : Wannef Jambak

(Sebuah pengalaman )

Nama saya , Wannef Jambak, saya asal Sungai Aur, Pasaman Barat (Sumbar), oleh Pemerintah sekarang saya ditugaskan sebagai guru/ konselor sekolah dan tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolahdi SMP Negeri 2 Sirandorung, Tapanuli Tengah.

Karena “gaji saya hanya pas-pasan” saya harus menabung sedikitnya setahun baru bisa”mudik” ke Padang tempat orangtua saya di kampung, terus baru dilanjutkan ke tempat mertua saya dikawasan Ulakkarang Padang . Untung saja anak saya tidak ” minder” melihat Bapaknya masih pakai sepeda “butut”.

Sama anak saya selalu bilang, :”sabar ya, nak ! nanti kalau gaji Bapak dinaikkan pemerintah( sekarang sudah naik 15 %), Bapak akan membeli honda Cup keluaran tahun 75 itu, biar Bapak ndak terlambat sekolah, dan baju Bapak tidak kena semprot mobil mewah murid saat melintas di jalan becek lagi !”

Saya bilang pada anak saya lagi, ” di sekolah Bapak sudah ada kurikulum baru, namanya KTSP, saya tidak bisa menjelaskannya secara panjang lebar apa itu KTSP, namun saya katakan padanya berdo’a saja, mudah-mudahan “kesejahteraan Bapak, serta kawan-kawan Bapak sesama guru diperhatikan pemerintah, berkat adanya KTSP ini.” kata saya bercerita sedikit.

Semula saya, tidak tau apa itu KTSP. Di sekolah saya lain lagi katanya KTSP itu adalah Kerja Terus Sampai Pagi, akhirnya saya jadi penasaran, dan saya tidak peduli lagi, “biar ajalah nanti lama-lama kan tau juga.” pikir saya.

Akhirnya, saya jadi kelabakan begitu atasan saya mememerintahkan saya untuk mensosialisasikan KTSP dan plus penentuan penetapan KKM, maklum saya tidak kebagian untuk diikutsertakan sosialisasi ke Medan beberapa waktu lalu tentang KTSP ini, kawan saya yang ikut tidak ada yang berani tampil sebagai tutor.

Akhirnya saya ambil “kendali” dengan modal-pas-pasan perasaan saya (untung ada WordPress):bagaikan guru besar: ha…haa.. ” Kalau begini, tentukan KKM, buart RPP, buat silabus, buat kalender, mendalami materi, buat ini, buat itu, lalu kapan kami tidur Pak ? dan apakah kami termasuk “lembur” pak ???” tanya mereka.

“Nanti kalau masalah gaji, akan saya tanyakan ke “atas” sekarang kerja dulu !, tapi kalau tahun 2008 nanti kurikulum di ganti lagi, kalian harus siap ! ” kata saya meyakinkan.

Silakan komentar anda !

Tentang GURU TAPTENG

KUMPULAN
Pos ini dipublikasikan di Unek-Unek Guru Kita. Tandai permalink.

2 Balasan ke UNEK-UNEK TENTANG KURIKULUM KTSP

  1. candle berkata:

    kalau begitu bapak harus mengikuti sosilisasi dan seminar2 tentang ktsp. semoga kedepannya karir bapak semakin lebih baik dan cita2 bapak kesampaian. sungguh mulia hati bapak mau mengajar di negeri orang mudahan dapat pahala setimpal dari ALLAH

  2. revolusio berkata:

    untuk mendapatkan sesuatu yang besar, memang membutuhkan pengorbanan yang besar, terserah apa kontribusi pengorbanan yang dapat kita berikan. terkhusus untuk dunia pendidikan, ditengah carut-marutnya pendidikan Indonesia.
    ya…anggaran 20% untuk pendidikan sebaiknya direalisasikan secepat mungkin, karena tak akan ada yang bertanggung jawab kalau semua guru nantinya mengeluh masalah gaji, lalu patah arang trus menghentikan aktifitas mulianya, berganti profesi menjadi raja olah. sampai-sampai muridpun di olah untuk menambah gaji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s